Senin, 09 Maret 2009

Perpustakaan = enggak gaul????

Perpustakaan = enggak gaul??

Hari gini ada apa seeh di perpus skul???Kayaknya enggak ada yang penting di perpus school,…Tinggal klik google semua langsung tersedia,….

Perpus????udah bukunya jadul,lay outnya ga menarik,dilarang ngobrol lagi.Kalau saja enggak ada tugas yang memaksa kita masuk perpus,males banget ya???

Kayaknya hampir pasti kalau sebagian Mudaers bakalan menjawab dengan “penolakan”yang sama saat ditanya komentarnya soal Perpus .Lokasi yang mestinya bias jadi tempat nongkrongnya Mudaers di sekolah,dijauhi karena kondisinya yang nyaris ketinggalan zaman.

Perpus ibarat “penyakit”.Sejak zaman dulu,perpus identik sebagai salah satu tempat di sekolah yang amat dihindari para Mudaers.Kalupun ada yang demen masuk perpus,bias dibilang orangnya itu melulu.Enggak jarang pula,geng perpus itu disebut sebagai kelompok enggak gaul.

Inget khan sosok Rangga di film “Ada apa dengan cinta ?”yang diperankan Nicholas Saputra?Cowok asosial yang enggak punya temen itu hobi menyendiri,demen membenamkan diri diantara buku –buku di perpus.

Jadi kesannya,perpus = enggak gaul.

Kalau,dibandingin sama kantin,pastilah perpus kalah popular.Biarpun kantin pasti bikin kantong terkuras,tapi tetep aja banyak mudaers yang lebih milih nongkrong di kantin ketimbang perpus.

Tugas Guru

Untungnya,masih ada alasan yang bikin mudaers mampir ke perpus,misalnya saat pelajaran kosong.Salah satu temen kta yaitu Arini ,katanya “kalo lagi ada jam kosong,aku suka iseng baca majalah atau buku tahunan.Kalau ke kantin takut enggak bias berhenti jajan,..”

Perkembangan terbaru,selain sebagai gudang ilmu dan informasi,belakangan ini perpus juga jadi tempat ngaso para siswa.Terutama buat Mudaers yang sekolahnya mengaplikasikan program Moving Class.

Dari puisi sampai novel

Lazimnya di perpus itu ada buku-buku pelajaran kayak IPA,IPS,Matematika,Fisika,dsb.Terus ada juga novel-novel karya pengarang Indonesia mulai dari Mira.W sampai Motinggo Busye.Ada juga buku-buku kumpulan puisi sampai Koran dan majalah.

Memang seeh di sebagian perpus koleksi bukunya seringkali terbatas,baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.Ini sering menjadi kendala yang bikin Mudaers malas ke perpus.

Kenapa bias begitu?Alasan umum adalah keterbatasan dana yang menjadi kendala pengadaan buku-buku berkualitas untuk perpus sekolah.Ini dikatakan oleh salah satu guru sma negeri yang mengurus perpustakaan.”Dalam setahun hanya ada penambahan 20 judul baru,”katanya.

Jadi enggak heran kalau banyak sekolah yang mewajibkan menyumbangkan bukunya di akhir semester.Tujuannnya jelas,demi menambah koleksi perpustakaan biar minat siswa mengunjungi perpus meningkat.

Sebenarnya sih,minimnya koleksi perpus enggak perlu bikin kita langsung bete.Soalnya mulai tahun ajaran 2008 lalu,banyak sekolah yang sudah menyediakan computer yang terkoneksi dengan jaringan internet di perpus.Adanya computer bias bikin acara ke perpus jadi nikmat .Tentu saja asal internetnya enggak dipakai buat buka-buka facebook sama friendster doing!.

Yang lebih asyik lagi,ruangan perpus beberapa sekolah di sma negeri Jakarta sudah dibikin nyaman dengan pendingin udara dan lantai berkarpet.Dan adanya peraturan baru yaitu enggak lagi dilarang ngobrol.

Itulah beberapa jurus menarik Mudaers buat dating ke Perpus.

Sejarah Perpustakaan

Perpustakaan berasal dari kata pustaka yang menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan WJ Purwadarminta artinya buku.Sementara perpustakaan artinya kumpulan buku,bacaan,dsb.

Dalam bahasa Inggris,library (perpustakaan)berasal dari Bahasa Romawi,librarium yang terdiri dari kata liber berarti buku dan armarium yang artinya almari.Jika dilihat dari asal katanya librarium,lemari yang didalamnya terdapat buku-buku.Menurut The Oxford English Dictionary,kata perpustakaan atau library mulai digunakan dalam Bahasa Inggris pada 1374.Artinya,sebuah tempat dimana buku-buku diatur untuk dibaca,dipelajari,dan dipakai sebagai bahan rujukan.

Pengertian perpustakaan ini pada abad ke -19 berkembang menjadi suatu gedung ,ruangan,atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yang dipelihara dengan baik dan dapat digunakan oleh masyarakat tertentu.

Pada tahun 1970,The American Library Association menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas,termasuk pusat media,pusat ajar,pusat rujukan,dll.

Dalam pengertian terbaru disebutkan,perpustakaan adalah salah satu sarana bahan pustaka dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan,teknologi dan kebudayaan yang berfungsi mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjunjung pelaksanaan pembangunan nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar